Menjadi Pribadi yang Baru




“Barang siapa memberikan suatu pertolongan dengan pertolongan yang baik niscaya dia akan memperoleh bagian (pahala) daripadanya, dan barang siapa memberi pertolongan yang jahat, niscaya dia memperoleh bagian (dosa) daripadanya. Dan Allah adalah Maha Kuasa atas segala bantuannya.”
(QS. An Nisaa’ : 85)

Tanpa terasa bulan Ramadhan telah meninggalkan kita. Bulan dimana dilipatgandakan pahala dari setiap amal kebajikan yang kita kerjakan. Para sahabat ketika datang bulan Ramadhan, mereka pada menangis dikarenakan bulan yang penuh dengan pengampunan telah tiba sehingga kesempatan untuk bertaubat atas kesalahan yang dikerjakannya. Demikian juga ketika Ramadhan telah pergi, mereka juga menangis karena bulan kasih sayang telah meninggalkannya. Dimana mereka takut kalau pada tahun berikutnya tidak bertemu dengan bulan Ramadhan lagi. Hiks … hiks … hiks …


Gambaran di atas merupakan potret kehidupan masa lalu yang bisa kita jadikan pelajaran, dimana setiap diri kita yang mengalami puasa selama satu bulan penuh adalah untuk menjadi seorang yang seolah-olah baru dilahirkan oleh ibu kita, yang tanpa dosa bersih seperti lembaran kertas putih tiada noda. Dan tentunya sudah sewajarnya setelah melalui pendidikan yang harus mengekang hawa nafsu mulai dari terbit fajar hingga terbenam mentari, harus menjadi manusia yang benar-benar baru dalam setiap langkah lainnya sebagaimana telah digambarkan dalam Alqur’an bahwa manusia ada yang dijadikan oleh Allah menjadi golongan yang kanan yaitu orang yang senantiasa hidup dalam kepatuhan agama, petunjuk bagi manusia yang sesat dan khilaf, selalu berbuat kepada kebaikan untuk menuju surga yang dijanjikan oleh Allah swt.

Bukan menjadi orang-orang golongan kiri yaitu senantiasa mengajak kepada hawa nafsu setan, hidupnya selalu pada kegelapan dan patuh pada aturan-aturan iblis. Dan tipe semacam ini, nantinya akan kekal hidupnya di neraka disebabkan banyak mendustai ayat-ayat Allah, QS. 10 : 7-10.

“Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami dan merasa puas dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat kami mereka itu tempatnya di neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan
mengerjakan amal-amal sholeh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya, di bawah mereka mengalir sungai-sungai di dalam surga yang penuh kenikmatan. Doa mereka di dalamnya ialah Subhanallahuma dan salam penghormatan mereka ialah salam (sejahtera dari segala bencana)
dan penutup doa mereka ialah Alhamdulillahi Robbil’alamin”.

Untuk itu setelah Ramadhan marilah kita terus berusaha memperbarui setiap langkah kita dengan nilai-nilai yang terkandung di dalam Alqur’an, karena dengannya manusia bila bertindak akan adil, bila bicara akan jujur, dan tidak akan habis hikmah-hikmah di dalamnya walaupun kita telah mengambilnya. Jadikan selalu hari-hari selama bulan Ramadhan sebagai hari Alqur’an. Di dalamnya kita mengambil ilmu untuk menjadi orang yang selalu baru…baru…baru…dalam setiap kebajikan yang ditunjukkannya.

0 komentar:

Posting Komentar