Sahabatku, bersama dengan ini kukirimkan salam rinduku
semoga Allah berkenan menjagamu,
hingga datang hari dimana kita bisa kembali bertemu.
Perpisahan adalah suatu keniscahyaan
seperti halnya pergiliran siang dan malam
begitu pun dengan persahabatan kita,
yang terisi kenangan perjuangan di jalan-Nya
Dulu, kita dipertemukan oleh Allah
bersama menapaki jalan dakwah ini karena Allah
dan kini, berpisah pun atas kehendak Allah.
Tuhanku,
Aku hanyalah sebutir pasir di gurun-MU yang luas
Aku hanyalah setetes embun di lautanMU yang meluap hingga ke seluruh samudra
Aku hanya sepotong rumput di padangMU yang memenuhi bumi
Aku hanya sebutir kerikil di gunung MU yang menjulang menyapa langit
Aku hanya seonggok bintang kecil yang reduo di samudra langit Mu yang tanpa batas
Jadilah manusia-manusia langit
yang dengan sayapnya dapat meringankan beban bumi
Jadilah manusia-manusia langit
dengan biru lembutnya, mampu memberi keteduhan pada bumi
Jadilah manusia-manusia langit dengan sejuta keutamaannya
Ia istimewa karena rela berkorban, dengan tubuhnya ia payungi bumi
agar tidak kepanasan ...
Ia menjadi mulia, karena baginya ... memberi adalah sebuah keindahan,
Keindahan dan keindahan .
Tapi manusia langit bukan segalanya
Diatas kecantikannya ... Allah-lah yang maha sempurna
Manusia langit bukanlah segalanya.
Sayapnya bisa lelah, birunya dapat tertutup awan hitam
Tubuhnya tidak mampu menutup seluruh bumi
Dan ia perlu menerima
Menerima sebuah kekuatan untuk menjalankan tugasnya
Karenanya ...
Dipagi hari ia berdzikir
Saat siang ia bekerja dan
Malam hari ia berkhalwat dengan Rabbnya
SEBAB TANPA RABBNYA ... IA PASTI BUKAN APA-APA ...
Menapak perlahan pada jalan indah ini,
membuatku terhenyak …
Sudah berapa banyak tahun-tahun terlewat
tanpa berarti apa-apa?
Melangkah terseok pada jalan indah ini ,
membuatku tengadah …
Ya ILLahi …
ke mana gerangan diriku selama ini?
Di haluan mana aku berada , saat orang-orang berlomba menyusuri hanifnya jalanMu?
Apa yang membuat aku terlena ,
sehingga lupa bahwa dunia ini hanya detik-detik waktu yang harus terisi dengan amal di jalanMu
Duh Robbi …
pernah adakah manfaat yang orang lain rasakan dariku?
Tilas yang mana yang dapat menuntunku untuk menggapai ridhomu?
Apakah layak diriku bermimpi untuk menggapai syurgaMu?
padahal amalanku hanyalah Sholat fardhu belaka .
Menghitung hari-hari yang tersisa …
Pandanganku terasa nanar , Hatiku gemetar ,
Ruhku gundah , ingin segera mengais amal .
Tapi bagaimanakah?
Aku bukan ahli agama yang dapat memberi pencerahan pada ummat ,
Aku bukan ilmuwan yang punya sekeranjang ilmu yang dapat disedekahkan .
Aku hanyalah seorang manusia biasa .
Desah nafas adek-adek kecilku menggugahku dari ketermenungan ,
Senyum kecil dalam tidurnya menarikku kembali dari keputusasaan ...
Astaghfirullahalazhim ... Aku harus mensyukuri hidayah yang telah kugenggam .
Aku masih punya ribuan ladang amal yang akan kutanam lewat mereka , amanah dariMu .
Aku masih punya ibu, ayah dan saudara
yang lewat mereka akan kuisi detik demi detik sisa hidupku untuk istiqomah di jalanMu .
Menghitung hari-hari yang tersisa …
Aku bersyukur bahwa aku masih diberi sedikit waktu yang penuh limpahan hidayah .
Dengannya, akan kucoba untuk meraih RidhoMu , menggapai SyurgaMu .
"Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta pada-NYA. Setiap waktu Dia dalam kesibukan"
(QS.Ar-Rahman: 29)
Ketika laut bergemuruh, ombak menggunung, dan angin bertiup kencang menerjang,
semua penumpang kapal akan panik dan menyeru, " Ya Allah!"
Ketika seseorang tersesat di tengah gurun pasir; kendaraan menyimpang jauh dari jalurnya;
dan para kafilah bingung menentukan arah perjalanannya,
mereka akan menyeru, " Ya Allah ! "
Ketika musibah menimpa, bencana melanda, dan tragedi terjadi,
mereka yang tertimpa akan selalu berseru, " Ya Allah!"
Ketika pintu-pintu permintaan telah tertutup, dan tabir-tabir permohonan digeraikan,
orang-orang mendesah, " Ya Allah !"
Ketika semua cara tak mampu menyelesaikan, setiap jalan terasa menyempit,
harapan terputus, dan semua jalan pintas membuntu,
mereka pun menyeru , " Ya Allah!"
Ketika bumi terasa menyempit dikarenakan himpitan persoalan hidup
dan jiwa serasa seolah tertekan oleh beban berat kehidupan yang harus
Anda pikul, menyerulah, " Ya Allah! "
Kuingat Engkau saat alam begitu gelap gulita,
dan wajah zaman berlumuran debu hitam
Kusebut nama-MU dengan lantang di saat fajar menjelang,
dan fajarpun merekah seraya menebar senyuman indah
Setiap ucapan baik, doa yang tulus, rintihan yang jujur, air mata yang
menetes penuh keikhlasan, dan semua keluhan yang menggudah-
gulanakan hati adalah hanya pantas ditujukan ke hadirat-NYA.
Setiap dini hari menjelang, tengadahkan kedua telapak tangan,
julurkan lengan penuh harap, dan arahkan terus tatapan matamu ke arah-NYA
untuk memehon pertolongan! Ketika lidah bergerak,
tak lain hanya untuk menyebut, mengingat dan berdzikir dengan nama-NYA.
Dengan begitu, hati akan tenang, jiwa akan damai, syaraf tak lagi menegang,
dan iman kembali berkobar-kobar.
Demikianlah, dengan selalu menyebut nama-NYA,
keyakinan akan semakin kokoh. Karena,
(Allah Maha Lembut terhadap hamba-hamban-NYA.) QS. Asy-Syu'ra:19
Allah : Nama yang paling bagus, susunan huruf yang paling indah,
ungkapan yang paling tulus, dan kata yang sangat berharga.
(Apakah kamu tahu ada seseorang yang sama dengan Dia
(yang patut disembah) ? ) QS.Maryam : 65
Allah : Milik-NYA semua kekayaan, keabadian, kekuatan, pertolongan,
kemuliaan, kemampuan, dan hikmah.
(Milik siapakah kerajaan pada hari ini? Milik Allah Yang Maha Esa
lagi Maha Mengalahkan) QS. Ghafir : 16
Allah: dari-NYA semua kasih-sayang, perhatian, pertolongan, bantuan, cinta dan kebaikan.
(Dan, apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah
datangnya) QS. An-Nahl: 53
Allah: Pemilik segala keagungan, kemuliaan, kekuatan dan keperkasaan.
Betapun kulukiskan keagungan-MU dengan deretan huruf,
Kekudusan-MU tetap meliputi semua arwah
Engkau tetap Yang Maha Agung, sedang semua makna,
akan lebur, mencair, di tengah keagungan-MU, wahai Rabku
Ya Allah, gantikanlah kepedihan ini dengan kesenangan, jadikan kesedihan itu awal kebahagian, dan sirnakan rasa takut ini menjadi rasa tentram. Ya Allah, dinginkan panasnya kalbu dengan salju keyakinan, dan padamkan bara jiwa dengan air keimanan.
Wahai Rabb, anugerahkan pada mata yang tak dapat terpejam
ini rasa kantuk dari-MU yang menentramkan, tuangkan dalam jiwa yang bergolak ini kedamaian, dan ganjarlah dengan kemenangan yang nyata. Wahai Rabb, tunjukanlah pandangan yang kebingungan ini kepada cahaya-MU, bimbinglah sesatnya perjalanan ini ke arah jalan-MU nmerapat ke hidayah-MU!
Ya Allah, sirnakan keraguan terhadap fajar yang pasti datang dan memancar terang, dan hancurkan perasaan yang jahat dengan secercah sinar kebenaran. Hempaskan semua tipu daya setan dengan bantuan bala tentaraMU!
Ya Allah, sirnakan dari kami rasa sedih dan duka, dan usirlah kegundahan dari jiwa kami semua!
Kami berlindung kepada-MU dari setiap rasa takut yang mendera, hanya kepada-MU kami bersandar dan bertawakal, hanya kepada-MUkami memohon, dan hanya dari-MU lah semua pertolongan.Cukuplah Engkau sebagai Pelindung kami, karena Engkaulah sebaik-baik Pelindung dan Penolong.
Sumber : Diambil dari buku LA TAHZAN
Karya DR. Aidh Al-Qarmi
"Ucapkanlah kata-kata yg baik dan tampilkanlah wajah yg cerah, niscaya Anda lebih dicintai orang daripada mereka yang memberikan banyak hadiah."(Urwah bin Zubair