Marhalah (tahapan) : Waspadai sikap kita 2#
Selamat Tinggal Sahabatku
semoga Allah berkenan menjagamu,
hingga datang hari dimana kita bisa kembali bertemu.
Perpisahan adalah suatu keniscahyaan
seperti halnya pergiliran siang dan malam
begitu pun dengan persahabatan kita,
yang terisi kenangan perjuangan di jalan-Nya
Dulu, kita dipertemukan oleh Allah
bersama menapaki jalan dakwah ini karena Allah
dan kini, berpisah pun atas kehendak Allah.
Surat Maafku untukmu kader Dakwah
Adakalnya kita terus membebani saudara kita tanpa kita sadari,
sehingga kesusahan menderanya..
lalu kita bertanya ., "kenapa tak menolak saat ditawarkan.. mudah kan..??"
jawabnya "karena MENOLAK AMANAH tidak ada dalam kamusnya"
Amanah ini ...
Teringat kisah Abdulloh bin Rowahah ra, seorang sahabat yang ketika diangkat oleh Rasululloh saw menduduki sebuah jabatan panglima dalam perang Mu’tah. Ia menerimanya dengan tangis dan cucuran air mata.
Lalu para sahabat lainnya bertanya :
“Maa yubkika ya … Abdalloh …”
(Apa gerangan yang membuat engkau menangis wahai Abdulloh …),
iapun menjawab :
“Wa maa bia hubbuddunya walaa shabaabatan bikum walaakin tadzakkartu hina dzakaranii Rasulullahu biqoulihi ta’ala : wa in minkum illaa waariduhaa kaana alaa Rabbika Hatman Maadbiyya”
(Tidak ada pada diriku cinta dunia dan keinginan untuk dielu-elukan oleh kalian akan tetapi aku hanya teringat ketika Rosululloh mengingatkanku dengan firman Allah swt : “Dan tidaklah dari kalian melainkan akan mendatanginya (neraka jahannam) adalah yang demikian itu bagi Tuhanmu (ya! Muhammad) merupakan ketentuan yang telah ditetapkan”. (QS. Maryam : 71).
Dari ungkapan Abdulloh bi Rowahah ra tersebut dapat disimpulkan bahwa beliau mentadabburkan alqur’an begitu dalam, sehingga beliau mengaitkan erat ayat tersebut dengan amanah jabatan yang baru saja dipangkunya, apakah jabatannya kelak dapat menyelamatkannya ketika masing-masing orang mau tidak mau harus melewati “Shirothol Mustaqim”, karena menghadapi neraka jahannam dengan melewatinya adalah “Hatman Maqdhiyya”, ketentuan yang telah ditetapkan, tidak ada jalan alternative lain dan tidak bisa ditawar-tawar lagi.
.
..
Saudaraku ...
Jika amanah semakin bertambah dan beban semakin berat. Yakinlah ada saudara-saudara di sekililing kita yang turut memikul beban dipundak kita. Ada malaikat di sisi kita yang senantiasa mendo'akan kita dan ada Alloh SWT bersama kita yang akan meringankan beban kita.
Seringkali kita bangga dengan segudang aktivitas dakwah yang kita jalani. Kita merasa telah menjadi pahlawan, tapi ternyata tidak dalam pandangan Alloh. Semoga niat kita selalu terjaga, hanya Alloh-lah Ghoyatuna!
ketika AKU akan MELANGKAH
oleh : Pramudita
Betapa hidup itu penuh rintangan yang harus ditempuh dengan ikhtiar dan harapan
terkadang hambatan itu selalu hadir dikala kita sedang rapuh
kini aku mengerti kegagalan merupakan langkah awal kita melangkahkan kaki ketujuan yang lebih baik
Alloh begitu mencintai hambaNya yang tak pernah berhenti iktiar dan terus memohon apa yang dicita-citakan
LANGKAH KAKI AKAN SEMAKIN RINGAN JIKA KITA SELALU MENGAMBIL SEMUA PERISTIWA SEBAGAI PELAJARAN
TERUS MAJU MERAIH MIMPI, JANGAN PERNAH MENYERAH KARENA ALLOH SELALU ADA DALAM RELUNG IMAN YANG PALING DALAM !!!
belajar SaBar akh ..
Q tau senyuman itu senyum kelelahan, senyum yg juga selalu saja mjadi senyum penawar lelah . Sekalipun hambar, insyaAlloh senyum itu bpahala .
Senyum itu mgambarkan harapan dan keinginan yg sangat kuat .
Genggam lebih erat, akh!
Kepalkan tangan sekeras mungkin!
Pijakkan kaki sekokoh mungkin!
Jangan pernah melepas ikatan ini!
Ikatan iman yg akan menjaga Qt dari terhuyung dan terjatuh.
Kuatlah!
Tegarlah!
Sabar, akh!
Keniscayaan" dakwah bukan sekedar teori .
Dakwah itu panjang jalannya .
Dakwah itu banyak rintangannya .
Dakwah itu sedikit sekali pengusungnya .
Jumlah Qt yg banyak bukan lantas mjadikan beban tbagi rata lalu terasa ringan .
Beban dakwah selamanya akan trasa berat bagi sgolongan orang .
Sisanya juga bukan berarti tiada .
Mereka memperindah , mereka menikmati , mereka bersimpati .
Syukuri , harus Qt syukuri .
Kerja keras tak perlu dikurangi .
Jika hendak menghibur diri , katakan saja "Beginilah jalan dakwah mengajarkan kami".
salam 'beda frisca'
-- Bismillahirrahmanirrahim --
pengurus baru ..
program kerja baru ..
semangat baru ..
seragam baru .. he_
Subhanallah ..
luar biasa menakjubkan Allah menciptakan manusia dengan segala rupa kelangkapannya, mata bening yang darinya mengalir ragam indah pesona, lentik jari nan gemulai menekan tombol keyboard hingga lahirlah khazanah, mulut .., hidung .., lengan .., kaki .., etc.
Kalaulah dikumpulkan Ibnu Qoyyim, Buya Hamka, Ajip Rosidi, Habiburrahman El-shirazy, Anis Matta atau sastrawan kenamaan lain untuk menuangkan kedahsyatan nikmat Allah tersebut dalam sebuah karya sastra, terang akan ada saja yang kurang karena luar biasa dahsyatnya nikmat itu. Tapi dapat dipastikan meledaklah penjualannya mengalahkan serial ‘Harry Poter’.
Alhamdulillah ..
Segala puji bagi Allah, kita diberikan kesempatan merasakan kenikmatan-kenikmatan tersebut. Shalawat serta salam bagi junjungan kita tokoh reformis, ayah sekaligus sahabat setia, Muhmmad saw, juga bagi kerabatnya, sahabatnya, dan pengikutnya hingga akhir zaman.
.
.
..
sekelumit postingan awal "beda frisca " diatas semoga bisa mengingatkan kembali bahwa : Allah telah mengajarkan kita untuk selalu "bersyukur", satu kata yang jauh lebih luas maknanya daripada terimakasih.
silahkan baca postingan "beda frisca" selanjutnya ..
-sugeng midangetaken-
