Kebiasaan Tidur Pagi Ternyata Berbahaya
mengurangi kantuk
Tips mencegah/mengurangi rasa kantuk :
1. Segera bangun saat mata sudah terbuka, jangan turuti keinginan untuk berdiam di tempat tidur.
2. Berwudlu adalah cara efektif dan praktis untuk mengurangi rasa kantuk. Selain itu, mandi insyaAllah makin membantu mengusir kantuk yang menerpa.
3. Jika kantuk menerpa saat ibadah, ambil rehat dengan duduk atau berdiri, tapi jangan dengan bersandar. Hirup nafas dalam-dalam sebanyak 10-15 kali untuk memperkaya pasokan oksigen ke otak, fokuskan mata dengan membaca alqur’an atau buku.
4. Buat lingkungan menjadi terang, jika semula gelap, nyalakan lampu, jika semula redup, hadapkan diri pada lampu yang lebih terang.
5. Cobalah cium wewangian serta dengarkan suara untuk membuat lingkungan tidak hening, seperti kaset, radio, dsb. Intinya buat panca indra tidak “menganggur”.
6. Jangan percayakan diri pada kopi atau minuman sejenisnya. Selain tidak melatih diri, juga bisa menimbulkan ketergantungan.
Menu Sehat Puasa
Tips menu sehat saat puasa :
1. Berniatlah puasa. Niat puasa itu memprogram hormon-hormon dan sel-sel tubuh kita untuk membantu proses puasa dan detoksifikasi (pembuangan racun dari tubuh), meski kita lalai makan sahur atau hanya sempat sahur dengan air putih.
2. Sahurlah dengan makanan berindeks glisemik rendah dan makanan lainnya yang kaya vitamin-mineral untuk menjaga vitalitas tubuh. Makanan yang mengandung indeks glisemik rendah mampu bertahan lebih lama dalam saluran pencernaan sehingga perasaan subjektif lapar makin berkurang. Selain itu, makanan yang indeks glisemiknya rendah melepas gula ke dalam peredaran darah secara bertahap. Lain halnya dengan makanan berindeks glisemik tinggi, begitu masuk ke dalam saluran pencernaan langsung diserap namun kurang member pasokan energy untuk bertahan sehari. Contoh makanan berindeks glisemik rendah adalah singkong, ketela, kentang, nasi, nasi jagung, umbi-umbian, beras merah, bulgur, dan oats. Sedangkan makanan dengan indeks glisemik tinggi adalah roti, bubur, mie instan.
3. Bersahurlah lebih akhir, saat mendekati imsak/fajar. Sehingga cadangan energy dari sahur cukup sampai berbuka.
4. Perbanyak minum air putih saat sahur maupun buka.
5. Agar kian menyehatkan diri serta lebih maksimal memperoleh manfaat puasa, jangan lupa menu sehat Rasul saw. Saat sahur maupun buka puasa, seperti kurma, madu, susu.
6. Jangan langsung berbuka dengan makanan besar (nasi), karena memerlukan waktu pencernaan yang lama dan membebani pencernaan. Jika mendahulukan makanan seperti ini justru sel-sel kian lapar meski diri merasa kenyang. Secara tidak langsung menyiksa tubuh bukan?! Berbukalah dengan makanan yang ringan dan manis, seperti kurma (ini yang terbaik), buah, maupun kue. Setelah shalat baru menyantap makanan berat. insyaAllah manfaatnya lebih maksimal.
7. Hindari pula berbuka dengan minum es apalagi sofdrink. Minuman yang satu ini dapat menahan lapar (member sugesti kenyang) sehingga asupan nutrisi kurang maksimal ketika tiba waktu makan.
tidur berkualitas ?
Tips tidur berkualitas dan mengatasi sulit tidur :
1. Jagalah kebugaran tubuh dan rutin dalam berolahraga.
2. Jadwalkan waktu dan lama tidur yang teratur, serta patuhi jadwal itu. Jadwal yang berantakan membuat jam biologis juga kacau sehingga gangguan tidur muncul. Sebaliknya, keteraturan bisa memudahkan langkah dalam beristirahat di hari-hari berikutnya.
3. Buat lingkungan sekeliling kita senyaman mungkin untuk tidur. Hilangkan semua bunyi yang menjengkelkan, semisal tetesan ringan pada keran.
4. Mandi air hangat pada malam hari, juga minuman seperti susu, sari buah, atau teh hijau, dapat membantu memudahkan tidur.
5. Hindari tidur dalam suasana lapar atau kekenyangan.
6. Matikan atau redupkan lampu, jangan tidur dengan peralatan pemancar elektromagnetik (televise, computer, laptop) masih menyala.
7. Menulis rencana tugas/beban untuk esok hari, tenangkan diri sebelum tidur. Banyak orang sibuk memikirkan beban tugas hingga mengganggu istirahatnya. Lebih baik menjadwalkannya pada kertas, buku harian, atau organizer, beban lewat, jadwal esok lancer tidak membuat penat, tidur malam pun nikmat.
8. Jangan berlama-lama di tempat tidur jika belum mengantuk, lakukan aktivitas ringan untuk memancing kantuk. Hindari tempat tidur sebelum kita merasa mengantuk.
9. Jadikan tempat tidur untuk tempat beristirahat, jangan bekerja di tempat tidur. Para peneliti hanya mengenal kamar tidur dalam dua fungsi : untuk melakukan aktivitas seks dan untuk tidur. Bila kamar tidur dan kasur telah digunakan untuk fungsi lain, justru akan mengurangi kualitas ruang istirahat. Jadi, jangan sekali-kali menyatukan ruang tidur dengan ruang kerja atau belajar. Bagi yang masih kos, sebaiknya fungsikan bagian-bagian kecil di kamar dengan sebaik mungkin. Sehingga, kasur hanya dipakai untuk tidur, sedangkan selebihnya lakukan aktivitas belajar atau menonton tv di tempat lain.
tips" ..
Tips bangun malam/dini hari :
1. Jangan merasa bangun malam/dini hari itu sulit, perasaan sulit akan menjadi sugesti negatif yang makin memberatkan diri untuk bangun.
2. Jaga keikhlasan serta perbanyak istighfar dan zikir, boleh jadi dosa dan kelalaian dirilah yang mengakibatkan sulitnya kita untuk bangun kemudian beribadah
3. Mengingat manfaat ibadah pada waktu ini –baik itu tahajjud ataupun shalat jamaah subuh, manfaat dunia maupun akhirat- tulis jika perlu dalam lembar atau tempat yang mudah dilihat dalam jumlah yang mencukupi untuk ditampilkan secara bergantian tiap harinya, agar semangat baru selalu terasa tiap kali membacanya
4. Sebelum tidur, lakukan adab-adab yang dituntunkan syari’at, seperti berwudlu, berdoa, posisi tidur, dsb. Penjagaan Allah diawali dari penjagaan kita terhadap adab dan tuntunan yang telah digariskan-Nya. InsyaAllah akan terasa mudah sekali untuk bangun malam jika poin ini terpenuhi.
5. Kenali selama tidur ideal masing-masing kita. Apakah itu 5 jam, 6 jam, atau 7 jam; sehingga kita tahu kapan saat harus tidur dengan memperkirakan waktu bangun sekitar jam 3 dini hari. Beberapa rekan menyatakan, “asalkan tidur tidak lebih dari jam 11 malam, insyaAllah paginya bisa bangun untuk shalat malam”. Lebih baik kerjakan tugas/lembur saat dini hari, daripada malam harinya.
6. Jangan melupakan tidur siang selagi ada kesempatan. Tidur siang memperkuat daya tahan kita untuk bangun malam harinya.
7. Letakkan bel/alarm pada tempat yang kurang terjangkau tapi masih terdengar keras, semisal di bagian atas tempat tidur. Sehingga kita bangun tapi tidak sekadar untuk mematikan bel/alarm tersebut. Jka perlu, saling mengingatkan/membangunkan sesame teman.
8. Bertahap dalam mendidik diri. Maksudnya, pada awal pengerjaan ibadah, ambil rakaat tahajud yang ringan (2-4 rakaat) dengan jeda yang tidak terlalu jauh dengan shalat subuh. Setelah itu ditingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan kita.
9. Lakukan “reward and punishment” guna mendisiplinkan diri. Hanya saja, jangan terlalu keras menghukum diri, karena bisa berakibat keengganan untuk melanjutkan rangkaian ibadah ini.